Dinsdag 21 Mei 2013

Ikatan Kovalen



Berdasarkan  pengetahuan  keelektronegatifan  yang  telah diketahui maka salah satu akibat adanya perbedaan keelektronega-tifan antar dua atom unsur berbeda adalah terjadinya polarisasi ikatan kovalen. Adanya polarisasi menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Ikatan kovalen polar dapat dijumpai pada molekul hidrogen klorida sedangkan ikatan kovalen nonpolar dapat dilihat pada molekul hidrogen.

Pada hidrogen klorida terlihat bahwa pasangan elektron bersama lebih tertarik ke arah atom klorin karena elektronegatifitas atom klorin lebih besar dari pada elektronegatifitas atom hidrogen. Akibat hal ini adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin. Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar. Hal yang berbeda terlihat pada molekul hidrogen. Pada molekul hidrogen, pasangan elektron bersama berada ditempat yang berjarak sama diantara dua inti atom hidrogen (simetris). Ikatan yang demikian ini dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDTGB-khPRCYbmwvdya6rRhuSyCh11i9w3B0VbqqNl4_vBfhQmUEHzC87r9dvvETGn68PLogiHAee7e-wt9WD5vMdIfUy0_F5g2DUSh8DhKHAh_48Xm7oxibTD07gsoDCOVlM5VieTwyY/s320/1.jpg
Orbital H2 dan HCl, polarisasi ikatan kovalen
Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding dengan atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKmLjcuOXM5h2RyFGV4Y4IgXCFZP2Mj47GO_TfLR8qzNNCEAd3NgOSQcUD5GqQXujEe0mh6psU_srO4MzuYMnqms39IAu90Cb4Nb3k2zPWU29wUSRB40ZiXKz3bhFYM3hP125oQTv6nlM/s320/2.jpg

Ikatan 1,2 dan 3
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIn7209cGwWQaRD9sqMdqbjNfgKb_QPwZts6RniQFfdKeI-QIPe7-vQIJTMyxgmJQTDnACgYYdVs-BSvrSgIrTMksp_DGkFdih9xPjWgiXgfq1nfoKpo7IUmVBJPyrgu_I9VIMmxzrzQs/s320/5.jpg

 
Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinM4BRNp6eJJ8Jcr8yEF69yYhjmZa1jqJUBoppnQtHHHdRdEUwR6o6a1bEcDxBjtTufVH5T75AEWboQ7q5QsXfS5Xb65llEGPcy-Zc4JKMQqisnw7rLf15CC5T9LdpZTL914PQnEM3zS0/s320/3.jpg
 
Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen dipolnya menjadi nol
Contoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain

Molekul Polar dan Molekul Nonpolar
 Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2, Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar. Akan tetapi molekul dengan ikatan  kovalen  polar  dapat  bersifat  polar  dan  nonpolar  yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunakan adalah ikatan kovalen polar.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAnV9H8utz-QqmYEeFtnyWBYVfCQRkGmJvgzLIyDpFwRAqXGIjWSNHLig8IJMfhz12VPbkyFH4bNbuY9G2A0S-02b2kYmIT58cFEXTeFDm7fh3WASx8vy_xz2qvoVh82mTwHS2Z0YoTjc/s320/4.jpg

Susunan ruang (VSEPR) BF3, H2O, NH3 dan BeCl2
Molekul H2O dan NH3 bersifat polar karena ikatan O-H dan N-H bersifat polar. Sifat polar ini disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetris atau elektron tidak tersebar merata. Dalam H2O, pusat muatan negatif terletak pada atom oksigen.
sedangkan pusat muatan positif pada kedua atom hidrogen. Dalam molekul NH3, pusat muatan negatif pada atom nitogen dan pusat muatan positif pada ketiga atom hidrogen. Molekul BeCl2 dan BF3 bersifat polar karena molekul berbentuk simetris dan elektron tersebar merata walupun juga terdapat perbedaan keelektronegatifan.
Kepolaran suatu molekul dapat diduga dengan menggambarkan ikatan menggunakan suatu vektor dengan arah anak panah dari atom yang bermuatan positif menuju ke arah atom yang bermuatan negatif. Molekul dikatakan bersifat nonpolar apabila resultan vektor sama dengan nol. Sedangkan molekul bersifat polar apabila hal yang sebaliknya terjadi, resultan tidak sama 




RPP KIMIA - POLARISASI IKATAN KOVALEN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

Nama Sekolah : MAN
Mata Pelajaran : KIMIA
Kelas/ Semester : X / 1
Alokasi Waktu : 1 X 90 Menit.

A. STANDAR KOMPETENSI
Memahami struktur atom,sifat-sifat periodik unsur,dan ikatan kimia.

B. KOMPETENSI DASAR
Membandingkan proses pembentukan ikatan ion,ikatan kovalen,ikatan koordinasi,dan ikatan logam serta hubungannya dengan sifat fisika senyawa yang terbentuk.

C. INDIKATOR
- Menentukan kepolaran senyawa berdasar perbedaan keelektronegatifan,bentuk molekul,dan momen dipol
- Menyelidiki sifat kepolran beberapa senyawa dan hubungannya dengan keelektronegatifan melalui percobaan.

D. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah menerima materi ini siswa dapat memahami tentang proses pembentukan ikatan kovalen polar dan non polar serta dapat menentukan kepolaran suatu zat berdasarkan percobaan.

E. MATERI PEMBELAJARAN
Polarisasi Ikatan Kovalen.
- Ikatan Kovalen Polar dan Kovalen Non Polar
- Molekul Polar dan Non Polar
- Menunjukkan kepolaran
- Momen Dipol

F. METODE PEMBELAJARAN
Diskusi informasi,Demonstrasi,Diskusi kelompok.

G. STRATEGI PEMBELAJARAN
Kegiatan Awal :
1. menciptakan :
- Memberi salam.
- Menanyakan kabar dan jumlah siswa yang hadir.
- Berdo’a bersama
2. Apersepsi :
- Siswa menyimak informasi tentang indikator dari materi Polarisasi Ikatan Kovalen.
- Siswa menyimak sekilas informasi tentang ikatan kovalen polar dan non polar serta tentang hal-hal yang menentukan kepolaran suatu zat (Perbedaan keelektronegatifan,bentuk molekul,momen dipoldan melalui percobaan)
Kegiatan Inti :
1. Pengorganisasian : membentuk 3 kelompok diskusi dengan menggunakan kartu berwarna (merah : kelompok 1,kuning : kelompok 2,hijau : kelompok 3).
2. Prosedur pembelajaran :
- Masing-masing siswa berkumpul dengan kelompoknya masing-masing Kelompok 1 : Keeektronegatifan
Kelompok 2 : Bentuk Molekul
Kelompok 3 : Momen Dipol
- Siswa berdiskusi dengan kelompoknya masing-masing membahas tentang penentuan kepolaran ikatan dan molekul sesuai judul masing-masing kelompok.
- Masing-masing kelompok menyampaikan hasil diskusi.
- Siswa memperhatikan demonstrasi dari guru yang memperagakan tentang penentuan kepolaran melalui percobaan.
- Masing-masing kelompok menyimpulkan hasil pengamatan dengan dipandu oleh guru.

Kegiatan Akhir :
1. Merefleksi hasil belajar.
2. Evaluasi

H. ALAT/ SUMBER BELAJAR
Buku KIMIA Kelas X semester 1
Peta konsep
Lembar kelompok.
Peralatan demonstrasi

I. PENILAIAN
Teknik : Tes tertulis, Performa ( kinerja dan sikap ).
Bentuk Instrumen : Tes uraian.
Contoh Instrumen :
TES
1. Apa yang dimaksud keelektronegatifitas?
2. Apa yang menyebabkan ikatan kovalen bersifat polar?
3. Apakah yang menyebabkan molekul bersifat polar?
4. Senyawa Halida berikut ini urutkan dari yang paling polar ke yang terendah kepolarannya!(HF,HI,HCl,HBr)
5. Jika terdapat larutan A dan larutan B kemudian dilakukan percobaan sehingga menghasilkan data pengamatan sebagai berikut:
a. Larutan A cucurannya tertarik kearah magnet
b. Larutan B cucurannya lurus(tidak tertarik magnet)
Apakah kesimpulan dari masing-masing larutan?
6. Diketahui keelektronegatifan unsure:
A= 4 , B=3 , C=2,8 , D=2,5
Tentukan harga keelektronegatifan senyawa di bawah ini dan tentukan manakah diantara senyawa berikut yang paling polar!
a. BA c. DA e. CE


Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding dengan atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya.

Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama


Geen opmerkings nie:

Plaas 'n opmerking